Pages

Rabu, 21 September 2016

WADUK "WIDAS" ATAU WADUK "BENING" MADIUN

        Jika anda mempunyai hobby memancing dan rindu menghabiskan weekend di tempat pemancingan sekaligus bersama keluarga dan anak-anak, Waduk Bening Widas Madiun adalah jawabannya. Berlokasi di Desa Widas, Kec. Saradan, Kab. Madiun, Jawa Timur, waduk yang luasnya mencapai 860 km2 ini mempunyai banyak keistimewaan didalamnya.
         Selain bisa memuaskan hobby memancing anda, tempat wisata berjarak sekitar 40 km ke arah Utara dari pusat kota Madiun ini juga menyajikan panorama alam nan hijau dan indah berupa daerah perbukitan Gunung Wilis Madiun dan Gunung Pandan Bojonegoro. Dijamin, bisa membuat anda dan keluarga betah bersantai lama-lama disekitarnya.



Fasilitas Waduk
    Andalan utama Waduk Bening Widas Madiun berupa tempat pemancingan yang oke punya. Tak jauh dari pintu masuk waduk, anda akan melihat deretan pohon-pohon rindang berjejer rapi di tepi waduk dan cukup untuk menaungi para pemancing yang sedang asyik berburu ikan. Meski udara pada waktu siang hari di kawasan ini cukup terik, namun anda tak perlu risau. Banyak tempat-tempat perteduhan yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.
    Ikan-ikan yang dipelihara didalam waduk seluruhnya dikelola oleh Jasa Tirta (Pemkab) Madiun. Berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, wader, dan mujair, baik berukuran besar, sedang, maupun kecil bisa anda temui disini. Jika beruntung, anda juga bisa mendapatkan ikan gabus atau dorang.
    Bila para pemancing yang ingin memasak langsung ikan-ikan hasil tangkapannya, mereka bisa menyewa jasa pengelola rumah makan yang banyak dibuka disekitar waduk. Dan jika ingin membawa ikan hasil pemancingan atau menjaring dari waduk, biasanya dikenakan biaya tambahan, dihitung per kilogram dari setiap ikan yang didapatnya.
    Selain tempat memancing, Waduk Bening Widas Madiun juga dilengkapi dengan taman bermain anak-anak dan beberapa perahu yang bisa disewa untuk berkeliling waduk selama 30 sampai 45 menit ditemani para pemandu wisata dari masyarakat setempat. Ada juga kandang pemeliharaan binatang kancil dan cagar alam berupa pohon-pohon langka yang sengaja ditanam dan dilindungi.
Sayangnya, tempat penginapan kurang memadai di tempat wisata ini. Jika ingin menginap, disarankan untuk mencarinya diluar lokasi waduk. Peralatan memancing seyogyanya juga dipersiapkan sendiri dari rumah, karena agak sulit mendapatkan tempat yang menyediakan peralatan memancing yang bagus didalam kawasan waduk.

So pasti ada wisata kulinernya
    Bagi anda yang malas bersusah-payah memancing ikan di waduk dan menunggu ikan-ikan hasil tangkapan anda diolah, bisa langsung memesan menu-menu idola di warung-warung makan yang sudah ada. Selain masakan berbagai jenis ikan air tawar, anda juga bisa memesan nasi pecel yang menjadi makanan khas Madiun dan membawa Brem sebagai oleh-oleh untuk keluarga, tetangga, atau sahabat-sahabat di rumah.


Perjalanan Rute
     Dari pusat kota Madiun, perjalanan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam menggunakan kendaraan umum. Jalanan menuju ke Waduk Bening Widas Madiun termasuk sangat mudah dijangkau berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil bribadi, sampai bis atau truk karena semuanya sudah beraspal baik dan berada di lokasi yang dekat dengan jalan raya Madiun – Nganjuk, tepatnya di kawasan hutan jati Saradan.
    Jika anda dari arah Nganjuk, tidak perlu sampai ke pusat kota Madiun lebih dulu. Begitu memasuki kawasan hutan jati Saradan, anda bisa langsung mengikuti petunjuk di tepi jalan yang akan memandu anda sampai ke Waduk Bening Widas Madiun.
    Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, banyak kendaraan umum yang bisa anda gunakan menuju tempat wisata ini. Semua bis mini ataupun bis besar ke arah Madiun – Nganjuk atau Surabaya (dan dari arah sebaliknya) akan melewati Waduk Bening Widas Madiun. Namun, dari pintu gerbang waduk anda masih perlu berjalan kaki sekitar 500 m untuk sampai ke tempat pemancingan dan kawasan waduk utamanya.Waduk widas sangat cocok bagi mereka yang memadu kasih . .karena didukung dengan pemandangan ayng begitu asri di sekeliling waduk.Lokasi jalan dipinggir waduk sekarang komplit ada lampu penerangan jalan sehingga menambah eksotisnya waduk ini  . .oke selamat berlibur bagi anda yang menikmati liburan di tempat ini.

#exploremadiun
#wonderfulindonesia

SOTO "SABAR MEREM" MOJORAYUNG KAB. MADIUN

 Salah satu kuliner yang menjadi langgananku sewaktu di Madiun adalah Soto Sabar Marem di Mojorayung Madiun. Dengan ditemani segelas es teh manis dan berbagai jenis jeroan daging sapi yaitu babat, iso dan paru yang diolah dengan beberapa cara sambil duduk di bawah pohon memang paling pas untuk menikmati Soto ini, bahkan saking nikmatnya, sampe banyak yang sampe nambah soto lagi.

Untuk mencapai warung makan Soto Sabar Marem ini memang cukup meragukan bagi yang pertama kali datang ke sini, karena setelah melewati jalan beraspal, kita harus melewati jalan bebatuan dan jembatan yang di kanan kirinya adalah sawah dan pohon jati bahkan sampe melewati tempat pemakaman juga, akan tetapi setelah kita sampai ke tempatnya, ternyata banyak juga pelanggan-pelanggan yang datang bermobil yang menandakan bahwa Soto ini diminati oleh semua kalangan.

 Dengan harga yang relatif murah,  yaitu dengan menghabiskan 9 mangkok Soto daging sapi, 10 jeroan tambahan, 7 minuman teh, ternyata hanya ditukar dengan uang yang kurang dari 60 ribu rupiah, benar-benar patut dijadikan langganan.monggo bagi yang sedang di Madiun, layak untuk mencobanya, tapi hati-hati, nanti ketagihan.Untuk alamat Soto Sabar Marem ini adalah berada di Gedangan, RT 23 RW 06 Mojorayung Madiun.

 #exploremadiun
#wonderfulindonesia

WARUNG NASI PECEL "YU GEMBROT"

 Memasuki wilayah Madiun belum dikatakan afdol jika tidak mencicipi pecelnya. Makanan berbahan baku kacang tanah ini begitu populer di kalangan pelancong karena cita rasanya yang dianggap paling nikmat dibandingkan pecel dari daerah lain. Bahkan tak heran jika penumpang kereta api eksekutif pun seperti Gajayana jurusan Malang – Jakarta akan berebut ke pintu kereta saat berhenti di Stasiun Madiun. Mereka mengantre membeli nasi pecel Madiun yang dibungkus daun pisang lengkap dengan peyek dan sayuran segar.

Bagi penikmat kuliner yang tak menumpang kereta api tidak perlu khawatir tak bisa menikmati makanan ini. Di luar stasiun, penjual nasi pecel seperti deretan semut. Hampir seluruh rumah kaki lima hingga restoran selalu menyelipkan nasi pecel dalam daftar menu mereka. “Sepertinya sudah menjadi makanan wajib di sini,” kata Runik Sri Astuti, warga asal Pati Jawa Tengah yang bermukim di Madiun.

Dari sekian penjual nasi pecel di Madiun, warung pecel Yu Gembrot adalah ikon. Berada di kawasan Pasar Sri Jaya Kecamatan Kartoharjo, warung pecel ini menjadi magnet penikmat kuliner. Karena itu jangan heran jika di depan warung yang menempati ruko berukuran luas ini berjajar kendaraan dari berbagai kota. Dibuka pada pukul 06.00 WIB, rumah makan ini nyaris tak pernah sepi hingga akhir jualan pukul 22.00 WIB.

Sepintas menu pecel di sini tak berbeda dengan pecel dari daerah lain. Namun setelah dicermati, komposisi sayurannya sangat lengkap. Mulai dari kacang panjang, bunga turi, petai cina, kemangi, kecambah, kenikir, krai (sejenis timun), bayam, daun ketela, dan daun pepaya. Konsumen bisa memilih sendiri jenis sayuran yang disukai jika alergi pada daun tertentu.



Selain itu, kekuatan cita rasa pecel Bu Gembrot ini memang lain daripada yang lain. Entah racikan bumbu apa yang ditambahkan, kekuatan kacang dalam kuah yang tak terlalu encer dengan sentuhan jeruk purut cukup ramah di lidah. Apalagi jika ditambahkan peyek dan aneka lauk seperti daging empal, telur ceplok, tahu, tempe, hingga telur asin.

Meski dikunjungi banyak pejabat dan kalangan menengah atas, warung ini tak mematok banderol tinggi. Satu porsi nasi pecel standar hanya dihargai Rp 5.000. Jika ditambah daging empal dan minuman akan membengkak menjadi Rp 12.000 – 15.000 per porsi.

Bagi yang tak suka dengan makanan jenis ini, bisa juga mencicipi masakan Jawa di Rumah Makan Mbah Jingkrak di Jalan Kalimantan No 18. Restoran di pusat Kota Madiun ini cukup menjadi rujukan masyarakat karena tempatnya yang nyaman dan tidak murahan. Berada di kawasan pertokoan dan mall, Rumah Makan Mbah Jingkrak menyajikan berbagai jenis masakan Jawa dengan menu andalan ayam bakar dan goreng.


Selain cita rasanya yang lumayan, daya tarik rumah makan ini adalah para pramusajinya yang mengenakan pakaian adat Jawa. Didukung ornamen restoran yang serba klasik, rumah makan yang dirintis oleh Ajeng Astri Denaya di Semarang pada tahun 2005 silam ini cukup mampu membawa nuansa Jawa pada pelanggannya. Apalagi nama menu yang ditampilkan cukup nyentrik, seperti sambal iblis dan ayam rambut setan. Sambal iblis adalah sambal yang dibuat dengan rasa pedas luar biasa hingga membuat orang yang menyantapnya menyumpahi seperti iblis.

Hanya saja seluruh keunikan tersebut cukup setara dengan banderol harga yang ditawarkan. Seakan membuat pembeda dengan makanan kaki lima, warung Mbah Jingkrak ini nyaris tak menyediakan menu bertarif di bawah Rp 20.000 per porsi. Hal ini pula yang membuat sejumlah pengunjung kaget lantaran melihat spanduk iklannya yang hanya memasang banderol Rp 12.000 per porsi plus minum.

#exploremadiun
#wonderfulindonesia