Pages

Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

Industri Mebel Jepara

img
Tak perlu jauh ke Jepara untuk mendapatkan mebel berkualitas dengan motif ukiran khas. Karena di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo sudah ada mebel dengan kualitas yang tak kalah dengan produk Jepara. Bahkan sejak lebih dari dua dekade lalu. Kepala Desa Glonggong, Hartoyo, mengungkapkan produk mebel merupakan produk unggulan yang ada di desanya. ‘’Karena desa kami merupakan salah satu desa penghasil kayu jati yang ada di Kabupaten Madiun,’’ kata Hartoyo, Kepala Desa Glonggong, kemarin (21/4).
Desa Glonggong memang termasuk salah satu dari anggota Forest Management Unit (FMU) Wilis Abadi bersama lima desa lainnya yang ada di Kecamatan Dolopo. Hal itu membuat desa tersebut tak kebingungan untuk urusan bahan baku. Karena secara otomatis sudah pasti jumlahnya melimpah. Maka tidak heran jika di desa tersebut saat ini telah berkembang tak kurang dari sembilan industri mebel. ‘’Ini jadi potensi yang baik untuk dikembangkan. Baik untuk petani jati maupun industri mebel,’’ ungkapnya.
Di antara produk mebel Desa Glonggong yaitu meja, kursi, kusen, pintu dan semua kebutuhan rumah lainnya yang terbuat dari kayu. Meski sudah umum, namun ada motif ukiran kas Jepara yang membuatnya lebih menarik. Hartoyo juga menyebut industri mebel yang ada di desanya tidak hanya memproduksi perabotan rumah tangga saja. Tetapi juga berbagai kerajinan kayu misalnya dekorasi dan partisi. ‘’Dan yang utama adalah produk mebel desa kami tak kalah kualitas dengan daerah lain,’’ terang Hartoyo.
Selama ini kendala yang sering dihadapi para pengusaha mebel di Desa Glonggong bukanlah pada modal. Tapi lebih pada pemasaran produknya. Adanya persaingan harga membuat para pengusaha mebel di Desa Glonggong sulit bersaing. Karena rata-rata harga jualnya pasti di atas barang yang ada di toko atau produk instan lainnya. ‘’Hal itu disebabkan perbedaan kualitas produk yang ditawarkan,’’ jelas Hartoyo.
Namun, Hartoyo mengaku, jika dibiarkan tentu akan menyulitkan para pengusaha mebel yang di desanya untuk berkembang. Perhatian dan pembinaan dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait, diharapkan dapat membantu pengembangan mebel-mebel tersebut. Terutama membantu  masalah pemasaran dan pengenalan produk agar lebih dikenal masyarakat luas. ‘’Jadi kami sangat berharap pemerintah mau membantu agar keberadaan mebel-mebel di Desa Glonggong semakin berkembang nantinya,’’ pungkasnya. 

PG. Kanigoro Madiun











PG KANIGORO SINCE 1894
Sejarah singkat dan perkembangan Pabrik Gula Kanigoro adalah sebagai berikut :
  • Pabrik Gula Kanigoro didirikan pada tahun 1894 pada waktu pemerintah koloni Hindia Belanda oleh CULTUUR HANDEL & INDUSTRI BANK NV sampai sekarang gedung / bangunan pabrik semuanya masih asli, belum pernah diadakan perubahan / pemugaran.
  • Pada tahun 1957 kekuasaan diambil alih oleh Negara Republik Indonesia dan instansi yang menguasai ialah Pusat Perkebunan Negara baru (PPN Baru) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor : 229/UM/57, tanggal 10 Desember 1957.
  • Kemudian pada tahun 1963 dinasionalisasikan dengan Keputusan Menteri Pertanian & Agraria, Surat Keputusan nomor : 8/KA/63 dan PP nomor : 19 tahun 1959 LN nomor : 31 tahun 1959. Nama Perusahaan tersebut berubah menjadi“PERUSAHAAN GULA NEGARA PG KANIGORO” sesuaidengan PP nomor : 1 tahun 1963 LN nomor : 2 tahun 1963.
  • Perkembangan selanjutnya berdasarkan PP nomor 165 tahun 1961 dan LN nomor 190 tahun 1961, Instansi tersebut dikuasai oleh PPN KESATUAN JATIM, sehingga namanya menjadi PPN GULA INSPEKSI DAERAH V PG KANIGORO.
  • Kurang lebih pada pertengahan tahun 1968 berubah lagi dan dikuasai oleh Direksi PERUSAHAAN NEGARA PERKEBUNAN XX menjadi PN PERKEBUNAN XX PG KANIGORO.
  • Kemudian pada tahun 1981 dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor : 370/KPTS/OP/V/1981 tanggal 2 Mei 1981 diganti menjadi PT PERKEBUNAN XX (PERSERO) PG KANIGORO.
  • Berdasarkan Surat Edaran Direksi nomor : XX-SURED/96.001, tanggal 11 April 1996, Peraturan Pemerintahn (PP) nomor : 16 tanggal 14 Pebruari 1996 PT PERKEBUNAN XX dan PT PERKEBUNAN XXIV-XXV (PERSERO) telah dibubarkan pada tanggal 11 Maret 1996, dan dibentuk Perusahaan baru dengan nama “ PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO)” yang berkedudukan di Surabaya dengan alamat Jalan Merak No. 1 Surabaya, 60175.

PG. Redjo Agung Baru

Didirikan pada tahun 1894 sebagai salah satu perusahaan NV Handel Kian Gwan. Dalam perkembangan, pada tahun 1996 PG Rejo Agung Baru berubah menjadi PT PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru.
Secara administratif PG Rejo Agung Baru terletak di Desa Patihan, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, yang terletak pada ketinggian 67 m dpl.
Dalam memperoleh bahan baku tebu PG Rejo Agung Baru mempunyai wilayah kerja yang tersebar di 4 Kabupaten di exs Karisidenan Madiun yaitu Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan juga di wilayah kabupaten Nganjuk.
Areal untuk budidaya tebu secara total seluas ± 8.250 ha dengan jumlah tebu ± 760.000 ton tebu yang semuanya dikelola dengan sistem tebu rakyat kemitraan. Sedangkan desain kapasitas pabrik dimiliki sekarang 6.000 TCD.

VISI
  • Menjadi industri berbasis tebu yang unggul dalam persaingan global dan berwawasan lingkungan berlandaskan tata kelola perusahaan yang baik
MISI
  • Meningkatkan kinerja terbaik melalui pencapaian produktivitas dan efektivitas, berorientasi kualitas produk, pelayanan pelanggan prima serta menjadi perusahaaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan
  • Melakukan langkah-langkah inovasi, diversifikasi dan ekspansi untuk tumbuh berkembang berkelanjutan 
  • Ada irama orkestra kepak sayap rajawali I mengembung. Irama yang mengaransemen organisasi RNI dalam sebuah tarian manajemen untuk selalu berpijak pada visi, misi, dan tujuan dari setiap langkah strateginya.
    Kebersamaan kepak sayap orkestranya mengembang berirama, membawa keinginan yang terjuntai rapih, tersulam kokoh di urat nadinya, pada satu tujuan keinginan.Keinginan untuk selalu menjadi yang terbaik.
    Payung filosofi beriringan harmonis dari setiap langkah strateginya. Filosofi yang menjadi Rantai DNA organisasi, perangkai kinerja menuju performa terbaik dan juga rantai DNA pengingat bahwa ada 'nilai' yang wajib dijunjung dari setiap target "keuntungan" yang juga harus dicapai.
    "Keuntungan" dan "Nilai" menjadi imajinasi membumi, perlu dilahirkan berwujud sebuah realita dengan bantuan bidan kreatifitas berupa kerja keras, kerja cerdas, kerja cermat dan kerja baik.
    "Keuntungan" dan "Nilai" merupakan keseimbangan bagai sepasang kepak rajawali. Mengembang di Angkasa. Bersinergi dengan alam dan lingkungan.

    Nilai Perusahaan

    • Menghormati stakeholder sebagai keluarga besar perusahaan
    • Menghargai setiap aktifitas usaha untuk dijadikan mozaik strategi besar perusahaan
    • Menanamkan kepuasan kerja sebagai pedoman emas serta menghargai karyawan sebagai mitra kerja strategis
    • Mengakomodasi ide-ide strategis kemudian dikreasikan menjadi winnin teamwork dalam kompetisi global
    • Bekerja sama sebagai wujud teamwork yang solid di masa kini maupun masa akan datang
    • Menempatkan stakeholder dalam sebuah kolaborasi "menang-menang"
    • Mewujudkan karyawan loyal pada perusahaan dengan menerapkan manajemen komunikasi terbuka dari hati ke hati
    • Mempunyai integritas di setiap aktifitas usaha, sosial dan lingkungan.
    • Satu komitmen menjaga spirit menjadi perusahaan berbasis tebu yang tidak hanya tumbuh berkelanjutan tetapi juga terbaik serta mempunyai nilai dalam menjalankan tugas dan kewajiban
     

Industri Kereta Api (perusahaan)

PT Industri Kereta Api (Persero)
Jenis BUMN
Perseroan terbatas
Industri/jasa Transportasi darat berbasis jalan rel
Pendahulu Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun PJKA
Didirikan 18 Mei 1981 di Madiun, Indonesia
Kantor pusat Jalan Yos Sudarso 71, Madiun, Jawa Timur,  Indonesia
Produk Kereta api
Produksi Sarana perkeretaapian
Pemilik Pemerintah Indonesia
Anak perusahaan PT Rekaindo Global Jasa
PT Railindo Global Karya
Situs web www.INKA.co.id
PT Industri Kereta Api (Persero) (disingkat: PT INKA atau PT Inka) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri tanggal 18 Mei 1981. PT Inka (Persero) merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api Indonesia) pada saat itu. Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialihfungsikan menjadi pabrik kereta api. Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.
PT Inka, sebagai salah satu badan usaha milik negara terus mengalami perkembangan, diawali pada tahun 1981 dengan produk berupa kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang kini menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Aktivitas bisnis PT Inka yang ada kini berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkeretaapian dan transportasi yang bernilai tinggi.
Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, PT Inka mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.
Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT Inka memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, profesional dan kualitas. Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT Inka tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT Inka melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain produksi untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia.